Orang yang Merindukan Rasullulah, Berarti Rasullulah Juga Merindukannya ! -->
Cari Berita

Advertisement

Orang yang Merindukan Rasullulah, Berarti Rasullulah Juga Merindukannya !

Redaksi
Rabu, 29 Januari 2020


"Mengenai pertanyaan di alam kubur ini ada riwayat yang mengatakan yang pertama ditanya adalah siapa tuhan kita, Lalu seterusnya. Itu adalah riwayat yang mashyur.
Namun sebenarnya riwayat yang lebih shahih, Sebagaimana berkali-kali diulang pada shahih bukhari, Bahwa yang pertama di tanyakan adalah.
.
"Apa pengetahuanmu tentang Muhammad", Demikian dalam riwayat yang berulang-ulang pada shahih bukhari, Dan ia lebih shahih dari riwayat yang masyhur yang kita kenal.
Sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang menceritakan hal itu, Ketika seseorang ditanya
dikuburnya dengan pertanyaan.

"Apa pengetahuanmu pada pria ini (Rasulullah SAW), Maka jika ia mukmin maka ia menjawab, "Dia Muhammad Rasulullah, Diutus pada kami membawa penjelasan dan hidayah, Maka kami menerimanya dan mengikutinya. Dia Muhammad, Dia Muhammad, Dia Muhammad!".
.
Maka berkata malaikat, "Tidur istirahatlah wahai shalih, Kami telah mengetahui bahwa kau orang yang mantap dalam iman!".
Namun jika ia munafik maka ia menjawab, "Aku tidak tahu!". (Shahih Bukhari).
.
Tentunya semua orang beriman akan bisa
menjawab seperti ini walau tak menghafalnya,
Sebaliknya para pendosa besar tak akan mampu mengucapkan nya walau ia telah menghafalnya di dunia. Habibana Munzir pun menambahkan bahwa, "Saat seseorang yang sering merindukan Rasulullah SAW ketika di dunia, Barangkali saat ia di temukan dengan Rasulullah SAW, Maka Rasulullah SAW sendiri yang mengatakan bahwa, "Dia ummatku, Dia umatku!".
.
Sebab Rasulullah SAW sangat cinta kepada mereka yang mencintai beliau. Terlebih lagi ummat yang cinta itu adalah ummat yang hidup setelah beliau wafat. Tidak pernah jumpa dan tidak pernah bertemu. Wahai saudaraku, Semoga kelak allah kumpulkan kita dengan baginda Rasulullah SAW dan tak pernah terpisahkan. Aamiin!".
.
(Guru Mulia Al Imam Sulthonul Qulub Al Habib Munzir Al Musawa Allahu Yarham).

Sumber: Azzka Fajri Koto